Langsung ke konten utama

Kenangan Jalan-Jalan di Sekolah

Singgalang Masuk Sekolah

Nal. Ini tulisan untuk rubrik SMS, yang dibuat anak saya.
Aku bangun pukul 06.00 WIB untuk ambil wudhuk dan langsung shalat Shubuh. Selesai shalat aku mandi dan sarapan pagi. Usai sarapan pagi aku berangkat ke sekolah naik motor.
Setelah sampai aku terkejut karena orang tidak ada di sekolah. Akhirnya adik kelasku, Dina datang. Aku menunggu sebentar,  teman-teman dan ibu guru datang. Aku menunggu bus agak lama. Setelah lama menunggu, bus pun datang. Semuanya disuruh berbaris dan naik ke bus. Setelah semuanya naik, bus pun berangkat.
Saat di perjalanan kami semua bercanda gurau, mendengarkan musik, bermain game di handphone dan memakan cemilan yang dibeli sebelum berangkat. Setelah 1 jam perjalanan bus berhenti  sebentar untuk membeli minuman. Selesai membeli minuman bus pun berangkat. Di atas bus kami melanjutkan makan-makan dan canda gurau bersama.
Setelah 2 jam naik bus aku sampai di Mifan (Padang Panjang). Aku mencari tempat duduk. Kemudian mengganti baju dan mandi. Aku bermain seluncuran. Setelah puas bermain seluncuran aku bermain di kolam ombak. Di sana aku bertemu dengan Rumbi dan Diah. Aku numpang benen renang bersamanya, tapi dia marah. Jadi aku menyewa benen renang bersama temanku. Setelah menyewa benen renang, aku langsung terjun di kolam ombak. Di sana ombaknya sangat besar.  Aku sering jatuh dari benen renang.
Aku ganti baju, terus makan dan membeli cemilan. Selesai makan dan berbelanja kami semua melanjutkan perjalanan ke Bukittinggi. Di sana aku membeli kacamata, bermain terrazone, dan berfoto di Jam Gadang. Ibu guru menyuruh berkumpul pukul 17.00 di Jam Gadang. Setelah lama melihat-lihat dan bermain-main, aku melihat jam ternyata sudah pukul 17.00. Aku segera berkumpul di tempat yang telah ditentukan.
Ibu guru menyuruh kami semua ke tempat parkir bus. Aku segera ke sana dengan cepat. Aku sampai di tempat bus parkir, sopir membukakan pintu. Kami semua masuk berbondong-bondong. Setelah kami dan ibu guru naik, bus berangkat pulang. Saat di perjalanan pulang, semuanya asyik bermain game di handphone, berbicara bersama teman. Aku dan teman-teman  asyik goyang dengan lagu bus yang sangat merdu. Kami bernyanyi bersama mengikuti lagu tersebut.
Saat sampai di Lubuk Alung aku tertidur dan bangun di pasar Lubuk Buaya. Temanku turun di sana karena papanya yang menyuruh. Saat dia sudah turun, bus kembali berangkat. Setelah setengah jam  di perjalanan, kami pun sampai di sekolah. Saat itu hari hujan. Aku menunggu hujan teduh.
Rima, sepupuku,   dijemput ayahnya. Aku juga disuruh naik ke atas motornya. Ayah Rima berhenti dulu di tempat nenek karena menjeput si Amri. Setelah menjeput Amri, ayah Rima langsung pulang.  Tetapi ayah Rima mengantar aku dulu ke rumah.
‘’Terima kasih, Pak!’’ kataku pada Ayah Rima setelah sampai di depan rumahku.
Aku langsung masuk ke dalam rumah.  (Abdurrahman Wahid Arni Putra, siswa Kelas VI SD 03 Kampung Olo Nanggalo Padang).





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar dari Bung Hatta dan KH Hasyim Asy’ari

Oleh: armaidi tanjung (Pecinta Tokoh Indonesia) Dua tokoh yang terlahir dari rahim Indonesia dalam perjalanan masa pendidikannya, bertahun-tahun berada di negeri orang. Meski bertahun di sana, keduanya tetap menjadi jati dirinya sebagai orang Indonesia. Bahkan dikemudian hari, mereka menentang bangsa dimana beliau menuntut ilmu. Keduanya adalah   Mohammad Hatta yang dikenal dengan Bung Hatta dan KH Hasyim Asy’ari.  Bung Hatta dikenal dengan tokoh proklamator   bangsa Indonesia. Karena beliau bersama Soekarno mengatasnamakan kemerdekaaan Indonesia. Bung Hatta kelahiran 12 Agustus 1902 di Bukittinggi, dari pasangan Haji Mohammad Jamil dan Siti Saleh. Haji Mohammad Jamil berasal dari Batuhampar, dekat Kota Payakumbuh, anak dari Syekh Arsyad, seorang guru agama yang cukup di kenal. Sedangkan Siti Saleha, asli Kota Bukittinggi. Ayahnya bernama Ilyas Bagindo Marah, seorang pedagang. Hatta sendiri anak kedua, kakaknya perempuan bernama Rafi’ah. Umur tujuh tahun, ayahny...

17 ASN Pemko Pariaman dan Kemenag Ikuti MTQ KORPRI Sumbar

Pariaman, Sitinjausumbar.com --- Walikota Pariaman  diwakili  Sekdako Pariaman Indra Sakti  melepas 17 orang ASN Pemko dan ASN Kemenag Kota Pariaman yang terdiri dari peserta dan official Kontingen Musabaqah Tilawatil Quran Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) untuk mengikuti MTQ KORPRI Nasional IV Tingkat Sumatera Barat di Padang, Selasa (23/10). MTQ KORPRI akan berlangsung 23-24 Oktober 2018  di UPTD Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat dan Pelkes di Gunuang Pangilun Padang. Dalam arahannya, Indra Sakti didampingi Kadis Kominfo Kota Pariaman Nazifah di ruang kerjanya, Pemko Pariaman mengapresiasi para peserta yang memang sesuai aturan dalam event ini merupakan para Pegawai Negeri Sipil atau ASN. Lebih lanjut, kata Indra Sakti, Pegawai Negeri Sipil atau ASN bukan hanya mampu membantu pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan atau hanya semata berkutat pada urusan birokrasi. Melainkan, pegawai Negeri Sipil atau PNS juga bisa menjadi contoh atau t...

PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP DAN BENCANA KABUT ASAP

PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP DAN BENCANA KABUT ASAP   Oleh: Sabiruddin   dan Armaidi Tanjung (Sabiruddin, dosen jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Pengampu mata kuliah Ilmu Dakwah di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN Imam Bonjol Padang) ( Armaidi Tanjung, Master bidang kajian Ilmu Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Islam,   Program Pascasarjana IAIN Imam Bonjol Padang dan Pengampu mata kuliah Metode Pekerjaan Sosial di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) IAIN Imam Bonjol Padang) email: sabiruddinjuli@gmail.com dan armaidi9@gmail.com ABSTRAK Pencemaran lingkungan hidup semakin tidak terbendung seiring dengan pesatnya pembangunan di berbagai sektor kehidupan. Pencemaran lingkungan menimbulkan   kerusakan lingkungan hidup.   Pencemaran tersebut   pada dasarnya terjadi karena,   mengubah ciptaan Allah, kezhaliman untuk melakukan   pengrusakan lingkungan, berjalan sombong di mu...