Langsung ke konten utama

LP Ma’arif NU Sumbar Kunjungi Lembaga Ma’arif Yang Terkena Gempa


PDF Print E-mail

Senin, 19 Oktober 2009 06:25

Padangpariaman, SitinjauNews – Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LPMNU) Propinsi Sumatera Barat menyatakan prihatin dan turut berduka cita menyaksikan banyaknya bangunan PAUD Ma’arif di Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman yang hancur akibat gempa.

Ketua LPMNU Propinsi Sumatera Barat H. Azwar Munaf menyatakan hal itu disela-sela peninjauan pengurus LPMNU Sumbar ke

sejumlah lembaga pendidikan Ma’arif di Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman, Minggu (18/10/2009). Menurut Azwar Munaf, jika ada diantara warga di lingkungan lembaga pendidikan PAUD yang akibat gempa tidak dalam melanjutkan pendidikan untuk tingkat Tsanawiyah dan Aliyah , maka LPMNU siap menampungnya.

“Kita akan tampung mereka yang putus sekolah untuk 15 anak. Mereka belajar gratis, termasuk biaya sekolah, makan, dan tempat tinggal. LPMNU akan menampung mereka di Pondok Pesantren Ma’arif As Sa’adiyah Batu Nan Limo Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Limapuluh Kota dan di Pondok Pesantren Iqra’ Barung-barung Balantai Kecamatan Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan. Mereka boleh memilih diantara dua pesantren tersebut,” kata Azwar Munaf.

Sebagai lembaga pendidikan, kita memang tidak memberikan bantuan sembako, tapi hanya menampung mereka yang putus sekolah akibat tak mampu membiayai sekolah pasca gempa. “Sedangkan perbaikan bangunan yang runtuh, kita hanya menyalurkan jika ada pihak yang berminat membantu bangunan sekolah tersebut,” kata Azwar Munaf.

Pengurus LPMNU yang turun ke lokasi gempa tersebut selain Azwar Munaf, Wakil Ketua Sudirman Syair, Sekretaris Drs. Amiruddin Tuanku Majolelo, Wakil Sekretaris Syahrial, Ketua Bidang Data dan Informasi Armaidi Tanjung dan Bidang Pengmbangan Organisasi Midun. Pd.

Sedangkan lokasi yang dikunjungi antara lain PAUD Sintuak Kecamatan Sintuak Tobohgadang, PAUD Galoro Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padangpariaman, PAUD Toboh Palabah Kecamatan Pariaman Selatan, PAUD Karya Bunda Ma’arif Koto Marapak Kecamatan Pariaman Tengah, Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Al Muhajirin Kampung Kandang, Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Kajai Pariaman, Pondok Pesantren Darul Hidayah Korong Kampungtangah Barangan Nagari Lurah Ampalu Kecamatan VII Koto dan Masjid Nurul Iman Sikabu Ulakan Tapakih. (002).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar dari Bung Hatta dan KH Hasyim Asy’ari

Oleh: armaidi tanjung (Pecinta Tokoh Indonesia) Dua tokoh yang terlahir dari rahim Indonesia dalam perjalanan masa pendidikannya, bertahun-tahun berada di negeri orang. Meski bertahun di sana, keduanya tetap menjadi jati dirinya sebagai orang Indonesia. Bahkan dikemudian hari, mereka menentang bangsa dimana beliau menuntut ilmu. Keduanya adalah   Mohammad Hatta yang dikenal dengan Bung Hatta dan KH Hasyim Asy’ari.  Bung Hatta dikenal dengan tokoh proklamator   bangsa Indonesia. Karena beliau bersama Soekarno mengatasnamakan kemerdekaaan Indonesia. Bung Hatta kelahiran 12 Agustus 1902 di Bukittinggi, dari pasangan Haji Mohammad Jamil dan Siti Saleh. Haji Mohammad Jamil berasal dari Batuhampar, dekat Kota Payakumbuh, anak dari Syekh Arsyad, seorang guru agama yang cukup di kenal. Sedangkan Siti Saleha, asli Kota Bukittinggi. Ayahnya bernama Ilyas Bagindo Marah, seorang pedagang. Hatta sendiri anak kedua, kakaknya perempuan bernama Rafi’ah. Umur tujuh tahun, ayahny...

17 ASN Pemko Pariaman dan Kemenag Ikuti MTQ KORPRI Sumbar

Pariaman, Sitinjausumbar.com --- Walikota Pariaman  diwakili  Sekdako Pariaman Indra Sakti  melepas 17 orang ASN Pemko dan ASN Kemenag Kota Pariaman yang terdiri dari peserta dan official Kontingen Musabaqah Tilawatil Quran Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) untuk mengikuti MTQ KORPRI Nasional IV Tingkat Sumatera Barat di Padang, Selasa (23/10). MTQ KORPRI akan berlangsung 23-24 Oktober 2018  di UPTD Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat dan Pelkes di Gunuang Pangilun Padang. Dalam arahannya, Indra Sakti didampingi Kadis Kominfo Kota Pariaman Nazifah di ruang kerjanya, Pemko Pariaman mengapresiasi para peserta yang memang sesuai aturan dalam event ini merupakan para Pegawai Negeri Sipil atau ASN. Lebih lanjut, kata Indra Sakti, Pegawai Negeri Sipil atau ASN bukan hanya mampu membantu pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan atau hanya semata berkutat pada urusan birokrasi. Melainkan, pegawai Negeri Sipil atau PNS juga bisa menjadi contoh atau t...

PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP DAN BENCANA KABUT ASAP

PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP DAN BENCANA KABUT ASAP   Oleh: Sabiruddin   dan Armaidi Tanjung (Sabiruddin, dosen jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Pengampu mata kuliah Ilmu Dakwah di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN Imam Bonjol Padang) ( Armaidi Tanjung, Master bidang kajian Ilmu Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Islam,   Program Pascasarjana IAIN Imam Bonjol Padang dan Pengampu mata kuliah Metode Pekerjaan Sosial di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) IAIN Imam Bonjol Padang) email: sabiruddinjuli@gmail.com dan armaidi9@gmail.com ABSTRAK Pencemaran lingkungan hidup semakin tidak terbendung seiring dengan pesatnya pembangunan di berbagai sektor kehidupan. Pencemaran lingkungan menimbulkan   kerusakan lingkungan hidup.   Pencemaran tersebut   pada dasarnya terjadi karena,   mengubah ciptaan Allah, kezhaliman untuk melakukan   pengrusakan lingkungan, berjalan sombong di mu...