Langsung ke konten utama

Biografi Tokoh Pariaman diluncurkan

Rabu, 4 Juli 2007 10:46

Pariaman, NU Online
Sukses meluncurkan buku Kota Pariaman Dulu, Kini dan Masa Depan tahun 2006 lalu, kini Pembina Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Padangpariaman Bagindo Armaidi Tanjung kembali meluncurkan buku berjudul Drs. Mukhlis Rahman, M.M. Datuk Rajo Basa, Ketegasan Dalam Kesederhanaan, Pengabdian Seorang Anak Kampung. Buku setebal kurang lebih 100 halaman tersebut, diluncurkan Selasa (3/7).

Peluncuran yang dihadiri sejumlah wartawan di Pariaman tersebut bertepatan sehari setelah Kota Pariaman memperingati Hari Jadinya ke-5. ”Alhamduillah, setelah hampir setahun proses penulisannya buku tersebut hingga siap cetak,” kata Armaidi Tanjung yang juga Wakil Ketua PW GP Ansor Sumbar.

”Melalui buku ini, tentu saya dapat mengenang kembali apa yang sudah diperbuat sejak kecil hingga sekarang. Mana yang tidak baik kita tinggal, mana yang baik kita jalankan. Saya bisa introspeksi masa lalu untuk menatap masa depan,” kata Mukhlis yang saat ini menjabat Sekretaris Kota Pariaman.

Sedangkan penulis buku Armaidi Tanjung membantah kalau ada anggapan penulisan buku ini terkait suksesi di Pariaman tahun 2008. Ide penulisan ini bermula dari saya yang merasakan langkanya biografi orang yang berhasil di Pariaman.

"Setahu saya ada diantaranya Me’ Saleh gala Datoe Oerang Kajo Basa, pengusaha pribumi pertama yang terkenal awal abad ke-20 di Pariaman, Mr. Mohammad Rasjid Residen Sumatera Barat dan diplomat di sejumlah negara asing, Harun Zain Gubenur Sumbar dan Menteri Tenaga Kerja RI. Padahal dari biografi orang tersebut tentu ada hal yang dapat dipelajari dalam gerak langkah perkembangan suatu daerah," katanya.

Dari pemikiran tersebut, saya mencoba meyakinkan Mukhlis Rahman untuk ditulis biografinya hingga karir sebagai Sekretaris Kota Pariaman. Sebagai aparatur negara di Kota Pariaman, jabatan Sekretaris Daerah Kota merupakan karir tertinggi dalam pelaksanaan pemerintahan daerah.

Semula Mukhlis Rahman dengan tegas menolak. Karena kuatir dinilai orang lain dari sudut ”macam-macam.” Beberapa kali saya yakinkan, artinya penting bagi proses pendidikan dan pendokumentasian apa yang sudah dilalui dan dilakukan terhadap proses pembangunan di daerah, baik di Kota Pariaman maupun Kabupaten Padangpariaman.

Boleh jadi arti buku ini saat ini belum begitu berarti, tapi sesungguhnya, kelak di kemudian hari kehadiran buku ini dirasakan penting sebagai salah satu referensi terhadap pembangunan di daerah rang Piaman. Dan harus diakui, Mukhlis hanyalah satu dari sekian banyak pelaku dari sejarah yang terus berjalan di Kota Pariaman.

”Sebagai seorang manusia, Mukhlis Rahman tentu memiliki kelemahan. Dalam penulisan buku sederhana ini, bisa saja kelemahan itu tidak teramati dan nyaris tidak tampil dalam buku ini,” kata Armaidi menambahkan.(arm/nam)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar dari Bung Hatta dan KH Hasyim Asy’ari

Oleh: armaidi tanjung (Pecinta Tokoh Indonesia) Dua tokoh yang terlahir dari rahim Indonesia dalam perjalanan masa pendidikannya, bertahun-tahun berada di negeri orang. Meski bertahun di sana, keduanya tetap menjadi jati dirinya sebagai orang Indonesia. Bahkan dikemudian hari, mereka menentang bangsa dimana beliau menuntut ilmu. Keduanya adalah   Mohammad Hatta yang dikenal dengan Bung Hatta dan KH Hasyim Asy’ari.  Bung Hatta dikenal dengan tokoh proklamator   bangsa Indonesia. Karena beliau bersama Soekarno mengatasnamakan kemerdekaaan Indonesia. Bung Hatta kelahiran 12 Agustus 1902 di Bukittinggi, dari pasangan Haji Mohammad Jamil dan Siti Saleh. Haji Mohammad Jamil berasal dari Batuhampar, dekat Kota Payakumbuh, anak dari Syekh Arsyad, seorang guru agama yang cukup di kenal. Sedangkan Siti Saleha, asli Kota Bukittinggi. Ayahnya bernama Ilyas Bagindo Marah, seorang pedagang. Hatta sendiri anak kedua, kakaknya perempuan bernama Rafi’ah. Umur tujuh tahun, ayahny...

17 ASN Pemko Pariaman dan Kemenag Ikuti MTQ KORPRI Sumbar

Pariaman, Sitinjausumbar.com --- Walikota Pariaman  diwakili  Sekdako Pariaman Indra Sakti  melepas 17 orang ASN Pemko dan ASN Kemenag Kota Pariaman yang terdiri dari peserta dan official Kontingen Musabaqah Tilawatil Quran Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) untuk mengikuti MTQ KORPRI Nasional IV Tingkat Sumatera Barat di Padang, Selasa (23/10). MTQ KORPRI akan berlangsung 23-24 Oktober 2018  di UPTD Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat dan Pelkes di Gunuang Pangilun Padang. Dalam arahannya, Indra Sakti didampingi Kadis Kominfo Kota Pariaman Nazifah di ruang kerjanya, Pemko Pariaman mengapresiasi para peserta yang memang sesuai aturan dalam event ini merupakan para Pegawai Negeri Sipil atau ASN. Lebih lanjut, kata Indra Sakti, Pegawai Negeri Sipil atau ASN bukan hanya mampu membantu pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan atau hanya semata berkutat pada urusan birokrasi. Melainkan, pegawai Negeri Sipil atau PNS juga bisa menjadi contoh atau t...

PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP DAN BENCANA KABUT ASAP

PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP DAN BENCANA KABUT ASAP   Oleh: Sabiruddin   dan Armaidi Tanjung (Sabiruddin, dosen jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Pengampu mata kuliah Ilmu Dakwah di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi IAIN Imam Bonjol Padang) ( Armaidi Tanjung, Master bidang kajian Ilmu Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Islam,   Program Pascasarjana IAIN Imam Bonjol Padang dan Pengampu mata kuliah Metode Pekerjaan Sosial di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) IAIN Imam Bonjol Padang) email: sabiruddinjuli@gmail.com dan armaidi9@gmail.com ABSTRAK Pencemaran lingkungan hidup semakin tidak terbendung seiring dengan pesatnya pembangunan di berbagai sektor kehidupan. Pencemaran lingkungan menimbulkan   kerusakan lingkungan hidup.   Pencemaran tersebut   pada dasarnya terjadi karena,   mengubah ciptaan Allah, kezhaliman untuk melakukan   pengrusakan lingkungan, berjalan sombong di mu...